Sabtu, 23 Desember 2017

BUDAYA SASAK



Sorong Serah Aji Krama  
Sorong serah aji krama berasal dari kata sorong yang berarti mendorong dan serah yang berarti menyerahkan, jadi sorong serah merupakan suatu pernyataan persetujuan kedua belah pihak baik dari pihak perempuan maupun pihak laki-laki dalam prosesi suatu perkawinan antara terune (jejaka) dan dedare (gadis). Upacara sorong serah salah satu rangkaian upacara terpenting pada prosesi perkawinan adat. Sorong sera haji krama sendiri di wujudkan dalam bentuk uang (kepeng bolong) aji krama suci bersama piranti-piranti adat lainnya di serahkan oleh pembayun bersama rombongan ikut serta dalam rombongan seorang penghulu untuk meminta wali nikah kepada waris mempelai perempuan. Adapun prosesi perkawinan runutan adalah sebagai berikut:
1.       Mesejati
Mengandung arti bahwa dari pihak laki-laki mengutus beberapa orang tokoh adat untuk melaporkan kepada kepala desa atau keliang/kepala dusun untuk mempermaklumkan mengenai perkawianan tersebut tentang jati diri calon pengantin laki-laki dan selanjutnya melaporkan kepada pihak keluarga perempuan.
2.       Selabar
Mengandung maksud untuk mempermaklumkan kepada pihak keluarga calon pengantin perempuan yang ditindaklanjuti dengan pembicaraan adat istiadatnya meliputi aji kerama yang terdiri dari nilai-nilai 33-66-100 dengan dasar penilaian uang kepeng bolong atau kepeng jamaq, bahkan kadang-kadang acara selabar ini dirangkaikan dengan permintaan wali sekaligus.
3.       Mengambil wali
Yang dimaksud mengambil wali adalah mengambil wali dari pihak perempuan bisa langsung pada saat selabar atau beberapa hari setelah pelaksanaan selabar dan hal ini tergantung dari kesepakatan dua belah pihak (kapisuka).
4.       Mengambil janji
Dalam pelaksanaan mengambil janji ini adalah membicarakan seputar sorong serah dan aji kerama sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di dalam desa atau kampong asal calon mempelai perempuan.
5.       Sorong serah
Roh atau inti dari pelaksanaan proses adat merariq ini adalah sorong sera haji kerama, proses ini merupakan pengumuman resmi secara adat bahwa perkawinan seorang laki-laki dan sorang perempuan yang di sertai dengan penyerahan peralatan mempelai laki-laki atau di kenal dengan piranti-piranti simbul adat. Sebab jika tidak dilaksanakan proses ini maka kedepannya akan timbul permasalahan baru secara intern.
6.       Nyongkolan
Dalam pelaksanannya nyongkolan keluarga pihak laki-laki disertai oleh kedua mempelai mengunjungi keluarga perempuan yang diiringi oleh kerabat dan handai taulan dengan mempergunakan pakaian adat diiringi gamelan bahkan gendang beleq.
7.       Bales ones nae (napak tilas)
Merupakan salah satu tradisi untuk berkunjumg kerumah orang tua perempuan secara khusus bersama kedua orang tua laki-laki.

34 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Makasih atas pengetahuan nya. Terus berkarya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank sudah mampir ke blog saya, moga bermanfaat..

      Hapus
    2. Thank sudah mampir ke blog saya, moga bermanfaat..

      Hapus
  3. That's cool paling mantep klok ikuti teradisi Sorong serah pas mendengarkan bahasa sasak asli...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah mampir ke blog saya .semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. Makasih sudah mampir ke blog saya .semoga bermanfaat.

      Hapus
  4. Kajian yang begitu bagus,memang tradisi sorong serah merupakan hal yang paling penting pada masyarakat sasak khusunya pada acara perkawinan,mmm intresting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bermanfaat..

      Hapus
    2. Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bermanfaat..

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Mantap. Lestarikan terus budaya Sasak.. jangan lupa kunjungan balik ke henpedia.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih telah berkunjung ke blog saya semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. Makasih telah berkunjung ke blog saya semoga bermanfaat.

      Hapus
  8. apakah anda selaku penulis bisa mempertahankan budaya yang dimaksud

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah ,karna hidup berpegang kepada Agama dan juga kebudayaan kita...

      Hapus
  9. terbaik tingkatkan dan kembangkan brother

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bermanfaat...

      Hapus
  10. Balasan
    1. Terimakasih telah berkunjung ke blog saya semoga bermanfaat..

      Hapus
  11. Balasan
    1. Terimakasih telah mampir ke blog saya semoga bermanfaat..

      Hapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Keren ,sangaat bermanfaat untuk semua orang yang blum tau tentang sorong serah aji krama

    BalasHapus
  14. Informasi yang indah untuk dibaca terimakasi😊

    BalasHapus
  15. God artikel...
    Cide piran Sorong serah pak kaji

    BalasHapus